batuan-mulia.blogspot.com

batuan-mulia.blogspot.com

Asal usul dan Ciri-ciri Fire Opal Wonogiri


Tidak hanya di kalimaya yang menghasilkan batu jenis opal, di Wonogiri jawa tengah juga ada Fire Opal atau yang biasa di sebut dengan Barjad Api, tepatnya di wilayah perbukitan manggal yang berada di kecamatan Tirtomoyo, dan ada juga di daerah pegunungan Muser wilayah kecamatan Kismantoro.

Adapun kualitasnya tak mau kalah dari batu Opal asal Meksiko dan Tanzania, hanya saja tren nya masih kalah dengan batu sejenis Bacan, Giok Aceh, Kalimaya dan yang lainnya yang sudah meraih popularitas yang tinggi di dunia akik Indonesia, sehingga Fire Opal Wonogiri ini kurang booming.


Meskipun ada yang mengklaim bahwa batu ini berasal dari daerah Pacitan, itu salah besar, karena sebenarnya ini adalah batu dari Wonogiri yang kebetulan saat itu banyak di jual kepada pengrajin batu asal Pacitan, yang pada akhirnya batu ini di sebut sebagai batu asal Pacitan.

Batu ini memiliki kandungan material semacam Silika dan H20, sedangkan tingkat kekerasannya hanya sekitar 5 - 6 skala mohs, akan tetapi batu jenis ini mudah pecah saat di poles, jadi harus mempunyai pengalaman tersendiri untuk memproses jenis batu seperti ini.

Ciri-Ciri
Sama seperti batu Fire Opal pada umumnya, batu Wonogiri ini mempunyai warna dasar yang sangat kristal dan bening seperti merah, kuning, putih, cokelat dan lainnya, dan yang menjadi ciri khasnya adalah keunikannya yang mampu membiaskan cahaya seperti cahaya nyala api yang menyala-nyala dari dalam batu, oleh sebab itu batu ini di sebut dengan Fire Opal (Barjad Api).


Batu ini sudah di jadikan sebagai batu khas asal Wonogiri oleh Danar Rahmanto (Bupati Wonogiri) saat pameran di Wonogiri. Sedangkan Untuk harganya biasanya batu ini di jual sekitar 600 ribuan percincin, tentunya tergantung dari ukuran dan kualitasnya.


Kalimaya asal Indonesia tetap yang terbaik

Tentunya kita harus bangga menjadi warga Indonesia, karena semua orang juga tahu bahwa negara kita itu sangat kaya dengan kekayaan alamnya, salah satunya adalah batu cantik yang memiliki kilau seperti pelangi, yah batu kalimaya atau yang biasa di kenal dengan batu Opal, Meski batu ini terdapat juga di Australia, Afrika, Meksiko, Mesir dan sebagainya, namun Opal dari Indonesia tak kalah dari segi keindahannya.

Keistimewaan Opal dari Indonesia yang khususnya terdapat di Rangkasbitung, kabupaten Lebak, propinsi Banten ini adalah warnanya yang tidak hilang dan sangat beragam, ada kuning, hijau, biru, ungu, putih, hitam dan sebagainya. Dari sekian warna, jenis warna hitam atau yang lebih di kenal Black Opal lah yang paling di cari oleh para kolektor, dan tentunya harganya sangat tinggi.


Namun ada kekurangan dari Opal asal Indonesia ini, yakni kekurangannya adalah kadar karatnya masih kalah sama Opal asal Australia, Opal yang terdapat di Indonesia di katakan masih terlalu muda atau butuh ratusan tahun lagi terpendam dalam bumi agar mendapatkan kadar karat yang tinggi. 

Meskipun begitu permintaan konsumen terhadap batu Opal asal Indonesia sangat tinggi, baik itu permintaan dari lokal maupun dari manca negara, Hal ini membuktikan bahwa Opal Indonesia tak kalah dengan opal-opal yang ada di dunia.

Di samping itu, tak sedikit pula batu opal tiruan atau sintetik yang banyak beredar di pasaran, bisanya mereka menamakannya Dublet (kalimaya palsu). Jadi hati-hatilah dalam membeli batu yang mempunya keindahan seindah pelangi ini.


Mengenal batu Opal (kalimaya) dan jenis-jenisnya

Kalimaya atau yang biasa di kenal dengan batu Opal adalah Batu mulia yang memiliki keindahan pada warnanya yakni bisa memancarkan cahaya berlian yang seperti pelangi yang berwarna-warni. Dari kecantikannya tersebut maka tak sedikit orang yang menyukai batu jenis ini.

Batu opal ini adalah merupakan batu yang tergolong lunak, dia terbentuk dari Kiezelzuur, air dan juga Silica atau beberapa logam yang tersusun dengan bagus sehingga batu ini mampu memantulkan cahaya dengan warna yang beragam jika di lihat dari sudut pandang yang berbeda. Rata-rata batu indah ini memiliki tingkat kekerasan 5,5 hingga 6,5 skala mohs.

Tambang terbesar dari batu opal ini adalah negara Australia, namun ada juga di temukan di India, Amerika latin, Mesir dan juga di Indonesia.

Adapun jenis-jenis batu kalimaya (Opal) yang populer adalah:

  • Opal biasa (Common Opal).
    Jenis ini tidak membiaskan cahaya warna sama sekali.
  • Opal Putih (White Opal).
    Jenis ini meliputi warna dasar putih, putih susu dan juga abu-abu. Mengeluarkan cahaya warna-warni namun sedikit (tipis) atau bahkan tidak sama sekali.
  • Opal Hitam (Black Opal).
    Jenis ini berwarna dasar gelap seperti hitam dan cokelat, dengan bias cahaya warna-warni yang terlihat jelas dan kotras, karna berwarna dasar gelap.
  • Opal berapi (Fire Opal).
    Jenis ini nampak tembus pandang (kristal) atau semi kristal yang mampu membiaskan cahaya 4 warna seperti merah, hijau, kuning, ungu dan sebagainya.


Antara kegunaan dan mitos batu Opal (kalimaya).


Ada sebagian orang yang mempercayai bahwa batu ini bisa memberikan aura negatif dan dampak buruk pada pemaikainya, seperti mengacaukan pikiran si pemakai, menimbulkan nafsu dan sahwat dan sebagainya, bahkan orang China menganggap batu mulia yang satu ini dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan juga dapat membuat kesehatan pemakainya menjadi buruk.


Namun pada sisi lain ada juga sebagian orang yang mengatakan bahwa batu ini bisa memberikan kebahagiaan pada pemakainya, bahkan di percaya mampu menyembuhkan beberapa penyakit, Wallahu a'lam..