batuan-mulia.blogspot.com

batuan-mulia.blogspot.com

Jenis-jenis Batu Sulaiman yang populer

Batu Sulaiman merupakan batu yang memiliki motif yang cukup indah, ciri khas nya adalah serat garis berlapis atau stripe yang biasa di sebut sebagai serat sule, sehingga oleh para pengrajin batu akik dapat membentuknya sesuai motif yang di inginkan, seperti motif junjung derajat, bola mata, combong dan lain sebagainya.

Pada umumnya batu Sulaiman ini termasuk dalam jenis kalsedon, yang rata-rata memiliki tingkat kekerasan dari 5 hingga 7 skala mohs, tergantung dari jenis masing-masing.

Untuk asal-usul dari batu Sulaiman ini sobat bisa baca di sini..
Kisah cincin Nabi Sulaiman AS


Berikut ini adalah jenis-jenis batu sulaiman:

  • Sulaiman Daud.
    Ciri khas dari jenis ini adalah warna abu-abu gelap yang di dominasi dengan warna putih seperti asap pada serat sule nya, sehingga memberikan nilai keindahan tersendiri.

  • Sulaiman Wulung.
    Yah seperti pada namanya, batu jenis ini memiliki warna hitam atau kegelapan, sehingga memberikan kesan elegant dan macho, cocok di pakai untuk pria pemberani.

  • Sulaiman Madu.
    Warnanya yang kuning kecoklatan hampir menyerupai warna pada madu, sehingga membuatnya di sebut sebagai Sulaiman madu.

  • Sulaiman Combong.
    Combong adalah sebutan untuk batu yang memiliki lubang secara alami dan bukan hasil rekayasa, letaknya biasanya terdapat di tengah-tengah serat sulenya. Makanya batu Sulaiman yang memiliki lubang seperti ini di sebut dengan batu Sulaiman combong.

  • Sulaiman Mata.
    Batu jenis ini memiliki esensi keunikan tersendiri, karena motifnya yang menyerupai bola mata yaitu terdapat garis bulat di tengahnya dan di kelilingi garis lingkar yang berbeda warnanya sehingga bentuknya mirip sekali dengan mata.

  • Sulaiman Pancawarna.
    Yaitu batu yang memiliki corak warna lebih dari 5 warna, dan masing-masing terdiri dari warna yang berbeda, maka dari itu batu jenis ini di sebut dengan Sulaiman Pancawarna.

  • Sulaiman Junjung Derajat.
    Ialah batu dengan motif garis berlapis-lapis yang berbentuk seperti anak panah yang di hadapkan ke atas, seperti simbol pamor jawa junjung derajat yang artinya dapat mengangkat derajat seseorang lebih tinggi.

  • Sulaiman Kurung.
    Di sebut demikian karena motif yang terdapat di dalamnya berupa garis serat sule yang membentuk sudut lingkaran atau segi 3, segi 4, segi 5 dan seterusnya tanpa terputus dan terletak tepat di tengah-tengah batu, sehingga tampak seperti kurungan.

  • Sulaiman Susu.
    Di sebut begitu karena jenis ini memiliki warna yang menyerupai warna dari susu.

  • Sulaiman Hitam.
    Berbeda dengan yang lainnya batu ini memiliki warna hitam yang pekat dan mengkilat.

  • Sulaiman Kuning.
    Hampir mirip dengan Sulaiman madu, batu ini memiliki warna dominan kuning.

  • Sulaiman Hijau.
    Jenis ini memiliki warna dominan hijau, sehingga terlihat cantik, cerah, sejuk dan menawan.

  • Sulaiman Biru.
    Jenis yang memiliki dominan warna biru, tak kalah cantik dan indah..

  • Sulaiman Emas.
    Memiliki warna kuning keemasan, sehingga memberikan kesan mewah dan elegant.






Kisah akik Sulaiman (Cincin Nabi Sulaiman AS)

Di kisahkan dalam kitab Mukhtasor tarikh dimasyiq pada juz 3 halaman 379 di sebutkan yang isinya kurang lebih: "Wahab bin Munbih berkata bahwasannya Cincin yang di pakai oleh Nabi Sulaiman AS adalah Cincin dari langit yang mempunyai 4 sisi, yang tiap sisinya ada tulisan laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, Muhammadun abduka wa rosuuluh. Kemudian di sisi keduanya tertulis Allohumma maalikal mulki tu'til mulka man tasya wa tanzi'ul mulka man tasya wa tu'izzu  man tasya wa tuzillu man tasya. Kemudian pada sisi ketiganya tertulis kullu syai'in haalikun illalloh. Dan pada sisi ke empatnya adalah Tabarakta ilahiy laa syariika laka.

Beliau juga menceritakan bahwa suatu ketika Nabi Sulaiman AS hendak mengambil wudlu kemudian nabi menitipkan cincinnya kepada budaknya yang bernama Aminah, dan ketika itu pula ada salah satu jin yang namanya Sokhr dia menyelinap dan bersembunyi di balik pintu, di saat nabi sedang berwudlu lalu jin itu menyamar menyerupai Nabi Sulaiman AS dan meminta cincin yang di titipkan nabi kepada budak itu, setelah jin itu mendapatkan cincin Nabi,dia lalu bergegas dan duduk di singgasana sang nabi dan semua mahluk dari bangsa manusia, jin dan hewan pun tunduk kepadanya.

Maka tatkala sang Nabi selesai berwudlu dan menanyakan cincinnya pada budaknya, dia malah bingung dan heran melihat nabi, "siapa engkau?" kata budaknya, nabipun menjawab aku adalah Sulaiman bin Daud, kemudian budak itu mengelak dan berkata "anda pasti berbohong, Nabi Sulaiman tadi sudah mengambil cincinnya dan sekarang ini beliau sedang duduk di singgasananya".



Pada kisah selanjutnya nabi Sulaiman keluar dari kerajaan dan menuju padang yang tandus, hingga dia akhirnya kelaparan dan kehausan, beliau pun sempat meminta kepada orang-orang di sekitar untuk meminta makanan dan minuman dengan berkata "aku adalah Sulaiman bin Daud" akan tetapi tidak ada orang yang mempercayainya, hingga kondisi lapar dan haus ini berjalan sampai 40 hari.

Kemudian Nabi berjalan terus hingga menuju pesisir pantai, lalu Nabi bertemu dengan sekelompok orang yang hendak bernelayan, lalu Nabi bergabung dan ikut bekerja sebagai nelayan. Lalu salah seorang dari mereka yang bernama Asif bin Barkhoya mengatakan "Wahai orang-orang bani Israel, sesungguhnya cincin milik Nabi Sulaiman AS telah di curi oleh sekelompok jin dan Nabi Sulaiman AS telah pergi dengan ketakutan yang terlihat di wajahnya".

Seketika itu jin yang mencuri cincin dan duduk di singgasana itu mendengar berita itu, lalu dengan rasa ketakutan dia menuju ke laut dan segera membuang cincin itu ke dalam laut, maka cincin itu pun di makan oleh ikan salmon dan dengan izin Allah SWT akhirnya ikan itu terperangkap dalam jaring Nabi Sulaiman AS.

Lalu di saat Nabi membersihkan dan membelah ikan-ikan tersebut,  dia mendapatkan cincinnya dan kemudian dia bersujud syukur kepada Alloh SWT, lalu dia menuju kembali ke Singgasananya.

Namun hingga saat ini tidak ada yang tahu dimana keberadaan Cincin tersebut.
Untuk kebenarannya Wallohu A'lam bi showab..